Sunday, October 14, 2012

CANGGUNG

Hari Senin yang belum sibuk,

Hmm, mengawali posting pertama di blog baru. Rasanya seperti...menata isi sebuah rumah di kompleks baru. Belum kenal tetangga kiri kanan. Masih meninggalkan berbagai kenangan foto2 di "rumah" lama. 
Membayangkan akan seperti apa hari-hari di "rumah" baru ini.  Ada perasaan canggung yang menyergap. Entah kenapa....

Merasa sendirian....hehe....

Aku sudah merasa nyaman "curhat" di Multiply. Tidak pernah memikirkan siapa yang akan membaca tulisanku....menikmati setiap detik mengetikkan huruf-huruf hingga sebuah tulisan menemukan titik akhir. Merasa bebas menulis, lepas menuangkan kata-kata....bebas membaca tulisan tetangga2 di MP. 

Hmm.....membuncahkan kembali semangatkuu..untuk menulis dan juga membaca....di rumah baruku ini : www.nawafil2012.blogspot.com






Friday, July 20, 2012

KAPAN PERTAMA KALI JADI MC?


Setelah kuingat-ingat, ternyata aku pertama kali jadi MC waktu acara malam hiburan dalam rangka 17 Agustus 1996, saat KKN di Tasikmalaya...waaah, sdh lama juga ya...Aku ditunjuk teman-teman karena aku satu2nya mahasiswa jurusan Komunikasi di kelompok kami. Walaupun belum pernah jadi MC, tapi waktu itu aku bersedia saja.

Setelah itu, ikut pelatihan MC yang diadakan oleh Organisasi Wanita, tahun 2003. Hari pertama pelatihan, mendengarkan paparan narasumber. Hari kedua langsung maju satu persatu untuk praktek. Dari sekitar 60-an peserta, aku mendapat rangking 17..heheh...waktu itu kupikir lumayan buat nambah pengetahuan.

Ternyata dalam perjalanan kemudian, aku jadi MC juga di kantor, sejak pertengahan tahun 2005 sampai hari ini. Sempat terhenti 2 tahun karena aku melanjutkan kuliah di Australia tahun 2007 s/d 2009. (Kemarin abis MC acara pelepasan pegawai yang memasuki masa purna bhakti).

Tanggal 10 Juli lalu, aku berpartisipasi dalam Lomba MC yang diadakan Kementerian ku. Dapat juara Harapan Satu! (kata suamiku, itu mah bukan juara). Jawabku, lumayan kan pesertanya ada 19 orang..hehe.

Hmm, ternyata dalam hidup banyak hal yang tidak kita duga sebelumnya bakal terjadi. Mana pernah aku kepikiran jadi MC. Kalau jadi dubber, wah aku pengeeen banget. Belum pernah coba sih. Jadi dubber adalah hal yang aku pengen coba sejak awal kuliah. Paling enggak, bisa jadi pengisi suara di iklan atau di pelayanan publik seperti suara di Busway itu lho  Kapan ya kesempatannya? 

Aku bukan MC profesional, banyak kekurangan. Tapi tetap semangat untuk belajar jadi MC profesional. Karena itu, aku menerima berbagai macam saran, kritik membangun dari siapa pun. Kapan-kapan aku akan sharing pengalamanku jadi MC, terutama soal kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan...hehe..


20 Juli 2012


Sunday, May 29, 2011

KATA-KATA BIJAKKU

Ketika aku masih pelajar SMP, aku memiliki Buku Kumpulan Kata-kata Bijak. Salah satu favoritku adalah ucapan Bung Hatta: "Berusaha mengisi kekurangan adalah keberanian yang Luar Biasa".  Entah mengapa, aku saaangaat 'terpesona'dengan kalimat ini.

Menurutku kalimat itu maknanya dalaam. Sebagai seorang anak SMP, aku berusaha mengartikanya.  Seperti ini: Setiap orang punya kekurangan. Kekurangan itu bisa diperbaiki. Proses perbaikan itu merupakan perjuangan, yang tidak mudah dilakukan.

Kalimat Bung Hatta itu sangat menginspirasiku untuk meminimalisir kekurangan yang kumiliki. Betul=betul sulittt, tapi sesuatu yang sulit, bukan berarti tidak mungkin dilakukan.

Aku sering berpikir, dari mana ya orang-orang memperoleh kalimat-kalimat bijak itu.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, aku MENEMUKAN kalimat bijakku sendiri. Hidup adalah Keikhlasan untuk Bertanggungjawab. Dan baru-baru ini aku kembali menemukan satu kalimat baru : Lebih baik dianggap tidak bisa, tapi sebenarnya kita bisa. Daripada sebaliknya.

Sungguh, perjalanan hidup memperkaya diriku dengan pengalaman-pengalaman.

Saturday, April 23, 2011

MENIKMATI EPISODE BARU

Tahun 2011, sudah menyusuri bulan ke-empat. Besok tepat empat bulan kami (me and my husband) melangkah bersama. Menjalani hari-hari berdua saja di rumah kontrakan. Rasanya lucu (tapi seru juga), begitu menikah,langsung tinggal serumah, dimana ga ada orang lain, selain si dia . Pekerjaan rumah apapun diusahakan dibagi-bagi.

Kegiatan pertama yang tidak beres-beres sampai detik ini adalah: merapikan rumah. Berhubung masih ngontrak, dan bertekad akan pindah ke rumah sendiri tahun depan (Insya Allah), sebagian barang-barang masih dalam kotak kardus. 

Karena berpikir akan pindah rumah tahun depan itulah, kami belum membeli perabot besar-besar. Pertimbangannya, supaya tidak terlalu repot urusan memindah2kan barang kelak. Akibatnya adalah barang-barang kecil berceceran di sana-sini. 

Rumah jadi belum keliatan rumah beneran nih. Maksudnya keliatan ada penghuninya sehingga teratur, rapi, sesuai fungsi ruangan gitu. Bahkan baru minggu lalu, foto penganten dipasang di dinding (yg masang kakak iparku hehe). Karpet hijau untuk penanda ruang tamu, lebih sering digulung daripada dihamparkan. Ketika kuhamparkan si karpet, suamiku bilang,"Sayang nanti kotor, digulung aja. Kalau ada tamu baru digelar,".....Wah, padahal rencananya di atas karpet mau diletakkan meja berkaki rendah. Karena karpet ga digelar-gelar, meja jadi lupa dibeli.

Terasa betul deh, menikah itu saling memahami hehe. Setiap hari selalu ada info baru tentang suami yang kucamkan dalam kepala. Hal apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka, juga mengenali kebiasaan masing-masing. Misalnya kebiasaan suami naruh barang-barang kecilnya (pulpen, gunting kuku, kunci motor,dll) di anak tangga...ckck...

Awalnya, aku complain. Lama-lama aku terbiasa. Belakangan ini aku malah jadi ketularan kebiasaan suamiku itu. Halah....

Selama empat bulan ini, aku menikmati episode baruku sebagai seorang ibu rumah tangga yang bekerja kantoran. Tentu saja aku masih belajar mengatur waktu seefektif mungkin agar semua urusan beres karena kami hanya berdua di rumah. Semangat!!
  

MENJALANI HIDUP BARU

Tahun Baru, Episode Baru                                             

Rasanya seperti mimpi
Sendiri
Jadi Berdua

Merangkai hari
Dengan kisah
Tawa
Tangis juga

Belajar menerima
Belajar memberi

Sesungguhnya 
Belajar banyak hal
Memperhatikan
Mendengarkan
Mengungkapkan
Menemukan
Mencari
Toleransi
Mengerti
Mengenali
Membagi
Mengingatkan

Saling yang tulus


.....................Pasming, 12.25 am










My Lovely Country




Manado, A view from a hotel

Saturday, December 11, 2010

ROMANTIKA S 604 (PART 4) : TURUNKAN PENUMPANG TANPA RASA BERSALAH

TURUNKAN PENUMPANG TANPA RASA BERSALAH

Para penumpang setia S 604 pasti sudah maklum tabiat bis ini setiap sore: mengoper penumpang semaunya tanpa alasan jelas. Tempat favorit transaksi operan adalah di halte Kalibata dan depan apartemen Nifarro (dahulu Goro). Seringkali juga penumpang diturunkan di depan Carrefour Pasar Minggu. Bahkan pernah di Patra Jasa, Gatot Subroto (sungguh terlalu!). Setelah itu, bis memutar arah kembali menuju Tanah Abang.

Mau tahu berapa rupiah yang didapat penerima operan? Minimal 10 ribu rupiah. Maksimalnya, aku tidak pernah tahu. Bis yang biasa jadi sasaran operan adalah S 62 yang melayani rute Manggarai-Ps Minggu. Atau Kopaja S68 jurusan Kp.Melayu-Ps.Minggu. Ketiganya beririsan di rute Pancoran-Poltangan.

Karena setiap sore harus bersiap dioper (berasa bola,deh), aku berdoa agar tidak saja selamat sampai di rumah, tapi juga berdoa agar Allah melembutkan hati si supir untuk mempertahankan penumpang hingga titik terakhir. Ada juga lho, supir yang tidak bersedia mengoper dan menerima operan penumpang. “Gak, jangan mau,”kata si supir memperingatkan keneknya. Tapi yang begitu hanya satu diantara puluhan supir :-)

Seberapa pasrahnya kita dioper2?

Pernah lho, dua kali seingatku, seluruh penumpang bertahan tidak mau pindah bis. Akhirnya supir menyerah, melanjutkan perjalanan dengan menekan gas kuat-kuat. Ketika ada penumpang hendak turun, dia tak peduli dan teruuus melaju hingga bis tiba depan stasiun Pasar Minggu. Wah, ngambeknya parah juga, tuh..

Selebihnya, penumpang memilih turun tergopoh2 daripada bersitegang dengan supir. Begitu turun, sebagian penumpang mengomel.

“kalo ga mau narik, ngomong dong dari tadi,”

“Kebiasaan,nih! Nurunin seenaknya!

“Mindahin jangan yang ke bis yang penuh dong, jadi desak2an,”

Dan inilah jawaban si supir menanggapi gerutuan penumpang.

“Kalo ga mau desak2an, naik taxi aja. Bayar Cuma dua ribu juga.”

Hiiaaaaat, minta di ketok nih orang. Sabar, sabar…Ga sadar apa kalo dari duit dua ribu itu dia hidup sehari-hari…

Dari ratusan kali aku naik bis ini, hanya dua kali penumpang berhasil bertindak. Selebihnya, penumpang menyerah dengan mudahnya, turun lalu menuju bis operan yang seringkali sudah penuh juga.

Ada satu kejadian lucu, lebih tepatnya mengharukan. Suatu kali di tengah gerimis, penumpang dipaksa turun ketika bis sedang berhenti karena tertahan lampu merah di bawah jembatan layang Pancoran. Seluruh penumpang tergopoh menuju bis operan beberapa meter di depan. Ternyata sang supir keberatan ditumpangi dan berseru pada keneknya,”Jangan mau! Nanti kita ga bisa narik sewa (=penumpang) lagi!” Sementara penumpang operan sudah berada dalam bisnya.

“Uda telanjur, masa disuru balik,” Jawab kenek.

“Bilang aja, ga bisa! Suruh penumpang balik!”

“Kasian,,,ujaan,” Balas kenek. Waaah, baik banget ya…Semoga urusannya dipermudah Allah. Amiin.

“Elu uda gue bilangin, ga percaya,sih. Jangan terima! Uda gue bilang jangan terima, eh elu nerima! Paling-paling kita dapet 10 ribu, tapi jadi ga bisa nerima sewa!”

Ya ampun, sepanjaaang jalan, supir mengulang2 kalimat itu! Padahal kita semua ada dalam bisnya…”Elu susah bener dikasih tahu, gue bilang jangan mau!” Bisa ngebayangin kan, supir ngomong gitu keras2 dari Pancoran sampe aku turun di Stasiun Pasar Minggu sekitar 45 menit kemudian.

Si kenek? Hanya diam, dengan wajah pasrahnya yang tersiram rintik hujan.

Ya Allah semoga rejekinya lancar….

Ternyata selalu saja ada orang yang memikirkan orang lain, ketika sebagian besar lainnya tak peduli.