Tuesday, March 2, 2010

KARENA KAMU

Karena Kamu
Aku berhenti menikmati kuning telur

Karena Kamu
Aku hiraukan telur-telur puyuh yang berenang bebas di atas sop buatan ibu

Karena Kamu
Durian yang menari sepanjang Kalibata tak menarik lagi

Karena Kamu
Kulupakan es krim yang tersenyum manis dalam lemari pendingin

Karena Kamu
Susu kedelai mengganti Ultra coklat-ku

Karena Kamu
Kuhabiskan minggu pagi mengelilingi kampus UI

Karena Kamu
Aku menghindari goreng-gorengan (walau sulit setengah mati)

Karena Kamu
Hidupku harus berubah

Karena Kamu
Menaikkan tumpukan lemak dalam urat-urat darahku

Karena Kamu
Kolestrol jahat yang melemahkan detak jantungku

                                                                         Rumah Senja, 2 Mar 2010

Monday, August 3, 2009

Brisbane




Brisbane and Goldcoast

Perjalanan dari Sydney berlanjut ke Goldcoast. Tempat nginepnya, The Oak Calyso hotel di Coolangatta, hanya 10 menit dari bandara GC. Namun, jaraknya jauh dari train station terdekat, Robina. Rencananya mau naik kereta menuju Brisbane. Dari depan hotel kami naik bus ke arah Robina sekitar 1 jam. Kemudian dari Robina Train Station naik kereta ekspress ke Brisbane Central Station yg terletak di pusat kota Brisbane.

Sepanjang jalan dari Coolangatta ke Robina, kanan jalan adalah pantai. Ombaknya besar dan biasa jadi tempat surfing. Ada beberapa tempat wisata sepanjang rute bis, diantaranya Wildlife Park. Tapi ga bisa mampir karena besok pagi sudah harus kembali ke Melbourne.

Di Brisbane cuma muter2 di pusat kota sebentar. Mampir foto di War Memorial persis di depan Brisbane central train station, gereja katolik tertua di Brisbane yg usianya 150 tahun, kemudian duduk2 melepas lelah di tepi sungai yang membelah Brisbane. Ga sempat nyoba bis. Sore harinya langsung kembali ke Goldcoast.

Di perjalanan pulang, ternyata menjelang pertandingan footy di stadion kota Robina. Jadi, di train banyak calon2 penonton yang mengenakan pakaian tim favoritnya. Ga cuma bapak2, tapi penontonnya bawa satu keluarga lengkap. Ada yg bawa anak balita juga,lho. Kotanya kecil, tapi stadion nya besar dan megah.

Ketika turun di Robina Station, sudah ada penjagaan polisi. Aku n mba Ary sempat dikira mau nonton juga. Mungkin kita dikira bakalan jadi 'penyusup'..hehhe...soalnya dari station ada jalan menuju stadion di sebrangnya. Wajah kita Asia dan tanpa baju tim. Pantas lah kalo mereka bertanya2. Tapi nanyanya sopan,kok. Kita bilang kita mau naik bis ke Coolangatta. Kemudian mereka menunjukkan arah halte bisnya.  Mungkin mereka heran juga ya...bisa2nya jadi turis winter begini..hihi..

Kesan tentang Brisbane:

Orang2 di jalanan kok keliatan rapi2 semua ya....

Thursday, July 30, 2009

Canberra




Parliament House, War Memorial Museum, Australian National Museum

Sydney....




Queen Victoria Market, Library, Opera House, Gereja St.Marie

Sydney

Selamat tinggal Canberra yg dingin...Sydney I am coming...

Ada dua kejadian buruk yg menyebalkan. Supir taksi yg membawa kami dari bandara ke penginapan, ternyata melalui jalur tunnel yg menyebabkan kami harus membayar uang tol. total 39 dollar untuk ongkos taksi (kalo ga salah). Ketika pulang, dari penginapan ke bandara, kami memilih naik bus jemputan. Ongkosnya satu orang 12 dollar, namun si supir minta tambahan 2 dollar setiba di bandara. Selebihnya, pengalaman yg menyenangkan....

Mba Ary reunian dgn dua teman masa sekolahnya dulu. Jadi kita diajak muter2 sama mba Maria di hari pertama, n mba Sofi di hari kedua. Sebelum bertemu kedua mba yg imut2 itu, kami mengunjungi Sydney Opera House. Jaraknya dekat dengan Travelodge di Phillip street, cukup ditempuh dengan jalan kaki.

Sayang, cuacanya agak mendung. Tapi seneng banget akhirnya bisa sampai landmark nya Sydney ini. Seperti biasa...foto2 di hampir semua sudutnya. Yg seru lagi, naik kapal menyebrang bawah jembatan yg legendaris di seberang Opera House. Ongkosnya cuma 5 dollar. Bandingkan dgn tawaran dari kapal lain yg menjanjikan membawa kita ke laut lepas dan dijamin bisa melihat gerombolan ikan paus. 89 dollar....uuuuuppsss.....leherku terasa tercekik. Untung kita mutar2 dulu, lihat2 pilihan lain...

Malamnya, Mba Maria datang ke hotel, trus kita makan di ayam goreng 99. Sayur asemnya mantab. Lucunya, mau makan aja harus antri di luar restonya. Nunggu sampai nama kita dipanggil. Restonya cuma buka 4 hari dlm seminggu. Jamnya juga terbatas banget. Jam 11.30 sampai jam 4 sore. Kemudian lanjut lagi dr jam 6 sampe jam 9 malam (kalo ga salah...agak lupa,nih). Tapi,orang2 bersedia nunggu di luar....menahan lapar dan dingin...hehhe..

Besok paginya, kita keliling China Town diantar Mba Sofi. Muter2 paddy's market, tempat jualan suvenir2. Sempat mampir beli bolu kukus di Barbys. Toko kue yang yummy. Pulangnya mampir beli ayam penyet buat bekal ke Goldcoast sorenya.

Kesanku ttg pusat kota Sydney:

Ramai....agak berantakan, gedung2 tua dan modern campur aduk. Banyak orang Indonesia, jadi banyak tempat makan khusus masakan Indonesia. Kalo beli tiket bus, lebih murah beli di news agent drpd di atas bus. Hampir separuh bedanya. kalo di Melben, harga tiket sama saja di mana pun kita beli.