Showing posts with label aroundoz. Show all posts
Showing posts with label aroundoz. Show all posts

Monday, August 3, 2009

Brisbane




Brisbane and Goldcoast

Perjalanan dari Sydney berlanjut ke Goldcoast. Tempat nginepnya, The Oak Calyso hotel di Coolangatta, hanya 10 menit dari bandara GC. Namun, jaraknya jauh dari train station terdekat, Robina. Rencananya mau naik kereta menuju Brisbane. Dari depan hotel kami naik bus ke arah Robina sekitar 1 jam. Kemudian dari Robina Train Station naik kereta ekspress ke Brisbane Central Station yg terletak di pusat kota Brisbane.

Sepanjang jalan dari Coolangatta ke Robina, kanan jalan adalah pantai. Ombaknya besar dan biasa jadi tempat surfing. Ada beberapa tempat wisata sepanjang rute bis, diantaranya Wildlife Park. Tapi ga bisa mampir karena besok pagi sudah harus kembali ke Melbourne.

Di Brisbane cuma muter2 di pusat kota sebentar. Mampir foto di War Memorial persis di depan Brisbane central train station, gereja katolik tertua di Brisbane yg usianya 150 tahun, kemudian duduk2 melepas lelah di tepi sungai yang membelah Brisbane. Ga sempat nyoba bis. Sore harinya langsung kembali ke Goldcoast.

Di perjalanan pulang, ternyata menjelang pertandingan footy di stadion kota Robina. Jadi, di train banyak calon2 penonton yang mengenakan pakaian tim favoritnya. Ga cuma bapak2, tapi penontonnya bawa satu keluarga lengkap. Ada yg bawa anak balita juga,lho. Kotanya kecil, tapi stadion nya besar dan megah.

Ketika turun di Robina Station, sudah ada penjagaan polisi. Aku n mba Ary sempat dikira mau nonton juga. Mungkin kita dikira bakalan jadi 'penyusup'..hehhe...soalnya dari station ada jalan menuju stadion di sebrangnya. Wajah kita Asia dan tanpa baju tim. Pantas lah kalo mereka bertanya2. Tapi nanyanya sopan,kok. Kita bilang kita mau naik bis ke Coolangatta. Kemudian mereka menunjukkan arah halte bisnya.  Mungkin mereka heran juga ya...bisa2nya jadi turis winter begini..hihi..

Kesan tentang Brisbane:

Orang2 di jalanan kok keliatan rapi2 semua ya....

Thursday, July 30, 2009

Canberra




Parliament House, War Memorial Museum, Australian National Museum

Sydney

Selamat tinggal Canberra yg dingin...Sydney I am coming...

Ada dua kejadian buruk yg menyebalkan. Supir taksi yg membawa kami dari bandara ke penginapan, ternyata melalui jalur tunnel yg menyebabkan kami harus membayar uang tol. total 39 dollar untuk ongkos taksi (kalo ga salah). Ketika pulang, dari penginapan ke bandara, kami memilih naik bus jemputan. Ongkosnya satu orang 12 dollar, namun si supir minta tambahan 2 dollar setiba di bandara. Selebihnya, pengalaman yg menyenangkan....

Mba Ary reunian dgn dua teman masa sekolahnya dulu. Jadi kita diajak muter2 sama mba Maria di hari pertama, n mba Sofi di hari kedua. Sebelum bertemu kedua mba yg imut2 itu, kami mengunjungi Sydney Opera House. Jaraknya dekat dengan Travelodge di Phillip street, cukup ditempuh dengan jalan kaki.

Sayang, cuacanya agak mendung. Tapi seneng banget akhirnya bisa sampai landmark nya Sydney ini. Seperti biasa...foto2 di hampir semua sudutnya. Yg seru lagi, naik kapal menyebrang bawah jembatan yg legendaris di seberang Opera House. Ongkosnya cuma 5 dollar. Bandingkan dgn tawaran dari kapal lain yg menjanjikan membawa kita ke laut lepas dan dijamin bisa melihat gerombolan ikan paus. 89 dollar....uuuuuppsss.....leherku terasa tercekik. Untung kita mutar2 dulu, lihat2 pilihan lain...

Malamnya, Mba Maria datang ke hotel, trus kita makan di ayam goreng 99. Sayur asemnya mantab. Lucunya, mau makan aja harus antri di luar restonya. Nunggu sampai nama kita dipanggil. Restonya cuma buka 4 hari dlm seminggu. Jamnya juga terbatas banget. Jam 11.30 sampai jam 4 sore. Kemudian lanjut lagi dr jam 6 sampe jam 9 malam (kalo ga salah...agak lupa,nih). Tapi,orang2 bersedia nunggu di luar....menahan lapar dan dingin...hehhe..

Besok paginya, kita keliling China Town diantar Mba Sofi. Muter2 paddy's market, tempat jualan suvenir2. Sempat mampir beli bolu kukus di Barbys. Toko kue yang yummy. Pulangnya mampir beli ayam penyet buat bekal ke Goldcoast sorenya.

Kesanku ttg pusat kota Sydney:

Ramai....agak berantakan, gedung2 tua dan modern campur aduk. Banyak orang Indonesia, jadi banyak tempat makan khusus masakan Indonesia. Kalo beli tiket bus, lebih murah beli di news agent drpd di atas bus. Hampir separuh bedanya. kalo di Melben, harga tiket sama saja di mana pun kita beli.

 

 

Wednesday, July 15, 2009

Around Oz in 7 Days (Canberra-part1)

Akhirnya ada juga kesempatan yg lama sekali aku tunggu dalam 2 tahun studi di Melbourne: Jalan2 seputar kota2 penting di Australia. Perjalanan pertama dimulai dari Melbourne menuju Canberra. Aku, Intan dan Mba Ary menumpang Tiger Airways, perusahaan penerbangan yg irit ongkos. Seingatku 74 dollar utk tiketnya di musim liburan sekolah ini. Intan yg membooking tiket pesawat dan akomodasinya via online.

Yang mesti diperhatikan : Bagasi juga hrs booking online krn harganya jauh lebih murah drpd bayar di airport. Kesalahanku adalah say 'no' to Intan soal bagasi karena aku kira aku n mba Ary cuma bawa ransel aja. Pagi harinya baru kepikiran ide lain. Selain bawa ransel, perlu bawa 1 koper utk isi baju2 aku n Mba Ary. Intan berangkat tanpa bagasi karena Intan ikut sampai Canberra kemudian kembali ke Melbourne. Sementara aku dan Mba Ary akan lanjut ke 2 kota lain. Akibat perubahan rencana soal bagasi, aku n Mba Ary harus membayar biaya bagasi di airport sebesar 25 dollar. Padahal kalo booking online cuma bayar 10 dolar. Wuiihhh...

Ruang tunggu boarding nya kecil, utk segala tujuan kota: Adelaide, Perth, Sydney, Goldcoast, dan tentu saja..Canberra. Kita bawa satu tas khusus isi cemilan: coklat, muffin, chips, sup instan. Bawaan ini kata Mba ary ngalahin bawaannya ibu2 yg punya bayi..hehe..Malah bawa buah juga, pisang, trus pir dan apel yg dipotong2 dadu. Daripada buahnya busuk ditinggal seminggu di kos, lebih baik dibawa kan....Pir sama apel abis di lokasi pertama: bandara domestik Melben. Aku juga ngabisin satu pisang..hehe..

Kejadian2 unik:

*Pas nunggu boarding, ketemu ibu muda sama suami dan tiga anaknya yg masih kecil2. Dari fisiknya ketahuan orang Indonesia, seperti kita bertiga, karena calon penumpang lain bule semua. Eh, ternyata sang ibu muda ini adalah adiknya temen kantor kita di Jakarta. Akhirnya jadi ngobrol2 sebentar sampe ga 'ngeh' kita uda dipanggil utk boarding.

*Ketika barisan kursi di deket gate 3 tujuan kita mendadak kosong, kita bertiga memutuskan pindah ke sana. Sebab utamanya sih karena jalur tempat duduk kita tiba2 dipenuhi barisan orang2 yg mo boarding ke gate 2. Salah posisi duduk karena kursi untuk 3 orang yg masih kosong waktu kita datang cuma di gate 2 itu.

Kita bertiga pun pindah, sambil tetap ngobrol sama adiknya Arbud yg mo ke Perth. Eh, baru duduk sebentar, tiba2 namanya Mba Ary dipanggil utk boarding. Halah....lompatlah kita bertiga ke lorong gate dua langkah dari kursi. Sampe ga sempet say goodbye ke adiknya Arbud...Kita bertiga berlari krn menduga calon penumpang lain pasti sudah ada di pesawat semua. Lumayan jauh juga..kekekek...Eh, tiba2 barisan penumpang di sana masih mengular membentuk antrian menuju tangga pesawat. Oops...jadi ga keliatan ketinggalannya..heheh...Untung ga ada paparazzi dan kita bukan seleb...jadi ga ada dokumentasi pas lari2 bertiga itu...cuapek..deh.. (to be continued)