Monday, January 26, 2009

Imlek 2009




Kumpul2 keluarga di rumah salah satu adikku pas Imlek. Merah semua...heheh...Yg punya rumah yg mana,ya???

Friday, December 5, 2008

I Miss My Home...

I lay down in my bed. Looking through my window. Hoping everything will gonna be alright. So, I can fly home soon. It's been too long. One and a half years away from home. At this moment, I let my tears drop. The christmas tree is standing still. Reminding me that last summer, while people were celebrating Christmas, I stayed at home. But, that time I did not feel lonely as I do now.

Suddenly, something attracts my eyes. A grey cat lay down under the tree. Hmm...he seems living in his peaceful life. I have never seen the cat before. The only cat I know is the black one which always come over when I have a barbeque with my friends at the backyard. I think, the two cats share their territorry. "I am in the backyard, and you have the frontyard..."

(benerin bhs inggrisnya,dong..thx b4,ya..)

 

Saturday, November 1, 2008

All of sudden, I love roses...

A couple of  days ago, I took some pictures of roses grown in the front yard of my temporary house. There are seven various color, white, red, dark red, pink,yellow, purple and orange. One rose has a combination color between pink,yellow and white.

In Melbourne, almost every frontyard grown by roses. It is like the roses just come out from somewhere...heheh...In spring, the roses bloom together in any color you've ever imagine.

Friday, October 3, 2008

My Temporary House in Melbourne

I fell in love with this house when I first saw it last January. Jajaran pokok mawar beragam warna dan dua pohon cemara yg menjulang,memaksaku terpesona. So, I said to the landlord, Robert,"I need 1 hour to get to the ATM. I will get back soon with the money." Karena tiga jam nanti,rombongan lain peminat akomodasi ini akan datang. Aku harus membayar panjar untuk memastikan rumah ini tidak diberikan kepada penawar lain.

Foto ini adalah pemandangan halaman depan dilihat dari kamar tidurku. Foto diambil dlm musim yang berbeda. Foto pertama (paling atas) diambil waktu musim semi, sementara foto kedua musim dingin. Bisa diliat pohon yg sama tampil beda menyesuaikan dgn musimnya.

Bila kita menelusuri kiri jalan,kita akan menemui sebuah reserve semacam hutan lindung. Letaknya hanya satu rumah dari kosku. Di hutan itu,ada jalan setapak untuk pengendara sepeda dan sebuah aliran sungai kecil yang berujung ke Danau Coburg. Pagi atau sore hari, terutama Sabtu dan Minggu, banyak orang menggunakan kawasan reserve untuk membawa keluarganya jalan-jalan menikmati hari atau membawa anjing mereka berkeliling.

Lingkungan di sini sunyi, siang mau pun malam. Para tetangga tidak pernah bermunculan keluar jalan depan rumahnya lalu duduk2 bergerombol dan ngerumpi. Hanya ada dua orang tetangga yang aku kenal namanya. Tetangga sebelah kiri, sering dimintai tolong landlord ku untuk memotong rumput di halaman belakang,halaman depan dan sepanjang sisi rumah.Tetangga sebelah kanan (tidak persis bersebelahan karena dibatasi sebuah jalan) kukenal karena beliau sering berada di halaman rumahnya merawat bunga2.

Kadang2 saja aku berpapasan dengan nenek berjilbab dan saling mengucapkan salam. Atau say "hi" and "good morning" dgn orang yg kutemui saat berjalan dari rumah menuju pemberhentian tram, yg jaraknya hanya perlu dicapai dlm waktu 5 menit. Tempat kosku ini terletak di blok ketiga dari jalan raya. Tapi selama delapan bulan, tak pernah melihat para tetangga saling mengobrol di luar rumah. Sepertinya mereka menjalani hidup masing2.Hmm..

 Landlordku (yang kebetulan punya bengkel komputer di garasi rumah kos,namun tinggal 1,5 jam dr sini) hanya bercakap2 dengan tetangga di kiri rumah. Tetangga di kanan rumah malah tidak tahu kalau landlordku juga keturunan Italia seperti dia. Bayangkan kehidupan bertetangga di Indonesia....Jalan depan rumah yg nyaman di Rennie street tidak pernah jadi tempat mangkal remaja atau anak2 bermain lari2an, dilengkapi para ibu yang menyuapi anak2nya, kemudian berbagai tukang bergerobak wara wiri silih berganti. I miss tukang mi ayam, tukang bakso, tukang siomay, tukang roti....Kadang2 mengkhayal malam2 ada tukang sekoteng yg lewat. Atau tukang sate ayam....

 

Friday, September 12, 2008

Novelis, Mimpi yg Belum Tergapai

Sejak kls 3 SD, menjadi seorang novelis adalah cita2 pertama yg ada di benak kecilku. Maka, sore itu, ketika Ibu membelai rambutku dan menanyakan," apa cita2mu?" dgn yakin kujawab,"jadi novelis,"

Reaksi Ibu yg kuingat adalah terkejut dan khawatir. Kata Ibu kepada Bapak,"anak2 lain ingin jadi insinyur,dokter, kok dia malah pengen jd novelis?"

Reaksi Bapak,"usianya baru 9 thn. Dia belum mengerti apa yg dia ucapkan," Aku tahu Bapak bermaksud menenangkan Ibu. Seiring waktu cita2ku pasti berubah.

Reaksiku saat itu, diam dan bergumam dlm hati, aku tahu apa yg kuucapkan,novelis...penulis...seperti Ike Supomo, yg suka aku baca cerita2nya di Majalah Kartini langganan Ibu.

Aku tak pernah melupakan mimpi masa kecilku itu,..menjadi novelis...sebuah profesi hebat menurutku. Tahu sebabnya? Karena novelis bisa menciptakan sebuah kisah seperti nyata. Aku pernah bertanya pada Ibu, "Bu, ini cerita nyata,ya?" Kutunjuk sebuah halaman di majalah Kartini. Kata Ibu, "Iya, kalo ada tulisan 'true story' berarti itu kisah yg sungguh2 terjadi,"

Tapi, pada kisah tanpa tulisan 'true story' pun, aku merasa kisah2 tersebut seperti ada, hidup.Hebat betul penulisnya...pikirku...aku ingin seperti mereka.

Cita2ku hanya seputar menulis dan kata. Kelas 6 SD, aku sudah memutuskan akan memilih jurusan jurnalistik bila kuliah. Pengen belajar nulis cerpen dan jadi wartawan di Majalah Tempo. Ini gara2 kecanduan baca Tempo, walaupun ga mengerti apa yang aku baca.Heheh...favoritku waktu itu rubrik kriminal..walah..

Waktu SMP, aku ingin jadi penulis, ahli bahasa, penerjemah (terispirasi penerjemahnya mantan Presiden Suharto, ada yg msh ingat?).

Herannya selama SD sampai SMA hanya punya satu tulisan (di luar pelajaran bahasa) dan tidak begitu suka pelajaran mengarang. Karya tunggalku adalah sebuah cerpen sederhana yg kubuat waktu kelas 6 SD. Isinya ttg seorang anak lelaki yang awalnya membenci ibu tirinya,kemudian sadar bhw ibu tirinya begitu tulus menyayangi dia dan adik perempuannya.

Cerpen itu ditulis dgn pensil. Satu2nya pembaca adalah adikku, Alia. Dia bilang, ceritanya sedih...dia tanya ini ceritanya siapa? Dia pikir itu cerita nyata..hehhe...Sayang,entah kusimpan di mana karya pertamaku itu.

Akhirnya aku kuliah di jurnalistik,UNPAD...membuat Bapak mulai yakin anak pertamanya ini benar2 berminat jadi penulis. Kukira, di jurusan itu ada mata kuliah menulis cerpen (polos sekali..)...tapi banyak sekali mata kuliah yg berhubungan dgn menulis. Penulisan Berita, Artikel, Depth Reporting, dan Feature.

Herannya, sekali lagi, sepanjang kuliah (selain tugas kuliah) aku hanya menghasilkan sedikit cerpen. Itu pun dibuat di awal dan akhir masa kuliah. Hanya ada dua cerpen dan dua puisi yg berhasil menembus media.

Setelah lulus kuliah, aku berusaha menciptakan cerpen2 dan puisi. Aku kirim ke media. Tapi, belum ada yg dimuat. Namun aku tak pernah patah semangat.

Sayangnya, setelah bekerja, aktivitas menulis berhenti..total...walau pun ide2 bertebaran di kepala. Pulang kerja..rasanya capek sekali...semua ide hanya terwujud dalam potongan kalimat2 pendek. Dan tak pernah bertambah kalimat. 

Setahun lalu, saat tiba di Melbourne, aku bertekad. Harus menghasilkan novel. Apa daya, tugas2 kuliah menuntut perhatian lebih, hampir seluruh hidupku tersita utk memahami pelajaran (hiperbolis..).

Menulis cerpen, bagian yg hilang dalam rongga hidupku..Oh..

Bertemu Multiply memaksa semangat menulisku tumbuh kembali. Ayo...kembali menyusuri mimpimu..

(Setelah menulis ini, rasanya lega sekali...)

 

 

 

 

Jalan-Jalan




Supaya ga stress....jalan2 menikmati hari...yuk,ah...

Friday, September 5, 2008

Otak-Atik Otakku (yg beku karena mulai segalanya dari nol)

Sudah lama sekali ga nulis sesuatu di blog MP-ku. Hari-hari berlalu hanya untuk baca 'core readings' sebelum kuliah, nulis esai, obrak-abrik internet cari bahan2 esai,obrak abrik perpus juga cari buku yg pas buat sumber tulisan. Rasanya..aaaarrrgggghhhh.....

Sampai akhirnya otakku minta istirahat. Bukan cuma beku dan dingin, tapi dia juga terasa sudah mengkerut..hehe..Kasihan...jd aku ikuti maunya otak. Kebetulan lagi libur kuliah satu minggu. Dua hari pertama di liburan ini, nyelesaikan esai. So, kepake deh waktu istirahat buat otakku.  

Hal2 yg membuat otakku ga mengkerut lagi:

1. Baca2 blognya para penghuni MP (yg inspiratif dan memberi semangat, yg kocak mengundang senyum)

2. Dengerin wawancara dlm bhs Indonesia

3. Baca2 berita di detik.com

4. Dengerin lagu2 di Youtube

5. Ngobrol hal2 ringan sama my housemates

6. Berpikir positif tentang hidupku sekarang (bersyukur atas hal2 baik yg sudah terjadi, menyemangati diri sendiri deh pokoknya)

Setelah itu, Ga ada pilihan lain...otakku harus tetap bekerja memahami seluruh tulisan dan lisan dlm bahasa Inggris hingga Juni tahun depan. Dalam tidur pun, otakku tetap bergerak-gerak memikirkan ide tugas2 esai.

Adakah yg punya pengalaman 'harus belajar lagi dari awal, setelah bertahun2 ga kuliah"? Dan, 'mesti menerima semua pelajaran dalam bahasa Inggris, padahal ga pernah menggunakan bahasa itu dlm hidup sehari2".

Aku tunggu saran2 nya, apapun itu...Thanx for reading this...